Trik RESEPSI PERNIKAHAN

TIPS RESEPSI PERKAWINAN.
Acara resepsi pernikahan itu kadang bisa membikin jebol uang, kalau tak pandai mengaturnya.
Karena ada anggapan bahwa nikah itu hanya sekali seumur hidup (meskipun sekarang sudah banyak pengantin yang seumur jagung), maka orang maunya acara nikah itu harus sangat berkesan, besar-besaran, dan kalau perlu minjam sana-sini.Wow, repotnya…
Upayakan, sumber daya finansial yang dimiliki tidak dihabiskan hanya untuk sebuah acara pernikahan saja. Masih banyak pengeluaran lain setelah itu yangsebaiknya diprioritaskan, seperti untuk membeli atau mengontrak rumah dan kendaraan, dan biayahidup setelah nikah untuk bisa mandiri.
Jadi, pernikahan itu tak harus dilakukan dengan mewah. Caranya adalah dengan mengantisipasi beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya biaya yang diperlukan.
Undangan.
Siapa saja yang akan diundang?
Tergantung seberapa besar Andaingin merayakan resepsi perkawinan. Kalau maunya Wah! Dengan fasilitas serba cukup, mungkin tak terlalu rumit mengaturnya. Tapi kalau respsinya mau sederhana saja, tak terlalu besar, ya musti diatur cermat undangannya.
Yang perlu diperhatikan adalah undangan untuk keluarga, tetangga, teman dekat, teman kerja. Prioritaskan dulu dipilih para sesepuh dan orang yang dihormati atau dituakan.
Kenalan juga batasi saja dengan mereka yang memang betul-betul Anda kenal. Kalau sudah 10 tahun tak pernah berhubungan misalnya, pikirkan lagi perlu diundang atau tidak. Kecuali kalau memang mau mengundang kenalan-kenalan dekat yang sudah lama tak bertemu.Sekalian reuni.
Sendiri atau Wedding Organizer?
Mau menyelenggarakan acara resepsi pernikahan di rumah sendiri atau minta bantuan Wedding Organizer (WO), tergantung sumber daya dan sumber dana yang Anda miliki.
Kalau mau lebih praktis, gunakanlah WO. Kadang-kadang bedanya tak begitu jauh karena WO itu biasanya juga punya banyak rekanan/ relasi untuk katering atau dekorasi. Anda bisamendapatkan diskon yang lumayan. Lagipula, mereka telah berpengalaman, terutama kalau pelaksanaannya di gedung.
Tapi ada juga orang yang berkata, “jangan pakai rekanan WO, nanti dimahalkan harganya!”Rasanya dua-duanya bisa benar, tergantung kualifikasi WO nya.
Kalau bonafid, bagus kualifikasinya, dia juga bertanggung jawab terhadap nama baik perusahaannya. Jadi tak bakal terlalu “memeras” dengan sekali tembak.
Ya, sebaiknya bikinlah perbandingan lebih dulu.
Di rumah atau sewa gedung?
Kalau tidak mau repot, memang akan lebih baik kalau pernikahandiadakan di gedung saja.
Maka harga sewa gedung bisa menjadi pertimbangan utama dalam memilih gedung yang akan digunakan. Tanyakan dulu fasilitas apa saja yang sudah termasuk dalam harga tersebut.
Kadang hanya ongkos sewa gedung saja, tanpa kursi dan lainnya.
Ada juga yang paket lengkap. Harga sewa sudah termasuk sewa gedung dan sarana pendukungnya seperti katering, dekorasi, dokumentasi dan sebagainya.
Periksalah rincian harganya. Sewa gedung boleh murah, tapi biaya katering, dekorasi, dokumentasi harganya selangit misalnya, cermati dulu. Jangan tergiur dengan murahnya sewa gedung.
Lihatlah harga secara keseluruhan, lalu bandingkan dengan yang lain.
Menyelenggarakan di rumah?.
Dengan anggaran terbatas, selenggarakan di rumah saja. Memang sih, Anda akan lebih repot, tapi penghematannya jugabisa lumayan besar.
Bila cukup waktu, banyak keluarga yang membantu, resepsi bisa dilakukan dengan membentuk satu tim panitia. Dalam suatu keluarga besar biasanya anggotanya terdiri dari familinya sendiri. Ada paman, tante, anak tante, anak pak de, teteh, Aa, dan seterusnya.
Mereka biasanya sebagian besar ditugaskan di bagian penerima tamu dan pagar ayu. Untuk itu panitia perlu mengeluarkan danauntuk baju seragam panitia. Lebih berwibawa kesannya.
Tapi ada juga yang biaya pakaiannya ditanggung masing-masing, akibatnya seragamnya akan hilang, tentu.
Pendamping pengantin waktu akad nikah umumnya diserahkankepada para sesepuh atau para seniornya.
Kalaupun ada WO, biasanya dikhususkan untuk acara adatnya. Merekalah yang mengatur acara tradisional itu dengan bantuan pihak keluarga.
Beberapa Tips Lain
· Sekitar 70% dari total biaya nikah bisa habis untuk acara resepsi. Harus diperhatikan benar pos ini karena biaya ini umumnya biaya eksternal yang sulit diduga.
· Untuk gedung yang reputasinyabagus, tak jarang Anda harus memesannya enam bulan atau malah setahun sebelum acara. Sebab itu kalau Anda memutuskan acara dilakukan di gedung, jangan sepelekan teknis pemilihan gedung ini.
· Gedung tak harus di tempat strategis. Tak perlu selalu yang dipinggir jalan utama, yang penting mudah dicari dan akses jalannya baik, tempat parkir luas.
· Tidak perlu gedung yang mewah, yang lebih penting cukup luasnya.