PEMUDA YANG DIRINDUKAN OLEH SURGA nya ALLAH


Dizaman Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam ada seorang pemuda yang bernamaHAMZAH AL-ASLAMY yangsangat di rindukan oleh Syurga dan mengajarkan kita sebuah amalan yang sangat baik manfaatnya.
Suatu ketika di perjalanan akan memasuki bulan puasa, PEMUDA ini mendatangi Rasulullah Shallallahu’alaihi Wassalam Dia bertanya “ “Wahai Rasulullah” “aku adalah pemilik tunggangan yang sementara aku obati dan aku bepergian dengannya serta menyewakannya. Barangkali aku akan bertemu bulan ini, yakni Ramadhan, sedang aku MEMILIKI KEKUATAN Karena masih MUDA. Disamping itu, wahai Rasulullah, saya merasa bahwa BEPUASA BAGIKU LEBIH RINGAN KETIMBANGAKU AKHIRKAN hingga menjadi hutang atasku”
Lalu PEMUDA ini bertanya lagi“Wahai Rasulullah, apakah saya berpuasa dan mendapatkan pahala yang besar ataukah saya berbuka?” Tanya Hamzah kepadaSang Nabi.
Maka sang Nabi yang mulia (Semoga kecintaan kita selalu tersurah padanya) berkata dengan lembut kepada HAMZAH “kerjakan apa yang engkau kehendaki wahai Hamzah!”Subhanallah.. Allah Akbar…
Dialah sosok pemuda yang dirindukan surga, dia mau bersusah payah untuk menggunakan masa mudanya dengan beramal sebaik-baiknya. Dia mengingatkan kepada kita untuk mencintai amalan yang DIISTIMEWAKAN ini, karena amalan inilah adalah UNTUK ALLAH dan merupakan PERISAI BAGI MANUSIA sebagai pelindungdari MAKSIAT.
Dia mengajarkan kepada kita untuk memperhatikan MASA MUDA sebelum MASA TUA, sebagaimana penuturan Rasulullah yang diriwatkan oleh Al-Hakim“Manfaatkan LIMA perkara sebelum datang LIMA hal,masa MUDA sebelum datangnya masa TUA,SEHAT sebelum datang waktu SAKIT, KAYA sebelum datang KEFAKIRAN, waktu LUANG sebelum datang KESIBUKAN dan masa HIDUP sebelum KEMATIAN (menjemputmu)”
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu alahi wasallam bersabda bahwa Allah Subhanahu wata’ala berfirman, ‘Setiap AMAL MANUSIA adalah UNTUKNYA, kecuali PUASA, ia untuk-Ku dan AKU-lah yang akan MEMBERI BALASAN dengannya. Dan puasa itu PERISAI. Karenanya bila ada salah seorang dari kamu berpuasa, hendaknya JANGAN RAFATS (mengatakan kata-kata yang menimbulkan birahi atau jorok) dan JANGAN BERTERIAK-TERIAK. Bila seseorang mencaci atau memeranginya, maka hendaklah ia mengatakan, “sesungguhnya saya sedang berpuasa Demi Zat yang jiwa Muhammad ada dalam genggamanNya, sungguh BAU TIDAK SEDAP orang yang berpuasa itu LEBIH HARUM disisi ALLAH daripada HARUMNYA MISIK”
Hamzah telah mengajarkan kepada kita bahwa kesempatan, waktu dan kekuatan yang Allah anugerahkan kepada kita sudah sebaiknya kita gunakan sebaik mungkin agar bisa beribadah dengan sempurna kepadaNya. Tidak ada yang pernah manjaminbahwa di masa tua kita akan lebih kuat dari masa sekarang. Dengan membiasakan diri menjalankan ibadah-ibadah yangmeningkatkan kualitas ruhiyah selagi muda, akan memudahkan kita untuk menjemput surganya, tempat yang dijanjikan Allah bagi orang-orang beriman dimana HARTA dan JIWA mereka telah dibeli oleh Allah dan digadaikan dengan SURGA-Nya.“Sesungguhnya Allah telah MEMBELI dari orang-orang mukmin JIWA-JIWA dan HARTA mereka dengan MEMBERIKAN SURGA untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh dan terbunuh” (At-Taubah : 111)Lalu masihkah kita terdiam dan tak bergerak disini tanpa beribadah dan dekat denganNya?Allahu’alam Bishawab.
Iklan