Hakikat atau Tujuan dari Penciptaan Manusia dan Seluruh Makhluk


Tuhan bermula dari “sendiri” lalu Dia ciptakan malaikat, jin dan kemudian manusia untuk mengenal Nya dalam setiap ibadah dalam hidupnya. Jadi hakikat tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah, ini sesuai dengan firman Allah SWT : “ Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali hanya untuk beribadah kepadaKU “ . Pada awal do’a iftitah pun yang kita baca ketika sholat disebutkan : “ Sesunguhnya aku menghadapkan wajah hati ini kepada Dzat yang telah menciptakan tujuh langit dan bumi .. “
Pertanyaannya adalah dapatkah sholat kita khusyu’ bila kita belummengenal Allah ( melalui ilmu tauhid ) yaitu mengenal Dzat Allah, sebab saat sholat kita menghadap Dzat Allah, bukan menghadap namaNYa. Maka apabila manusia ingin mengenal Allah maka ia harus bertanya kepada ahlinya, sebagaimana
Firman Allah dalam hadits Qudsi :
“Adalah Aku satu perbendaharaan yang tersembunyi, maka Aku ingin supaya diketahui siapa Aku, makaAku jadikanlah makhluk-Ku. Maka Aku memperkenalkan diri-Ku kepada mereka (para petugas Allah)”.
Allah telah berfirman dalam surat An-Nissa ayat 35 yang dapat diartikan sebagai berikut:
“Hai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dan berusahalah mencari jalan (Wasilah) yang membawa kalian mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan rahmatNYA, dan berjuanglah di jalan Allah agar supaya kalian mencapai kemenangan”.
Juga melalui firman-Nya Allah memberitahu kemana kita harus bertanya dan belajar :
“Maka bertanyalah kepada ahli zikir jika kamu tidak mengetahuinya”. (Q.S. 16 An-Nahl:43).
Rasulullah SAW pun bersabda :
“Jadikanlah dirimu beserta dengan Allah, jika kamu belum bisa menjadikan dirimu beserta dengan Allah maka jadikanlah dirimu beserta dengan orang yang telah beserta dengan Allah, maka sesungguhnya orang itulahyang menghubungkan engkau (rohanimu) kepada Allah ”. (H.R. Abu Daud) .
Dari Abu Hurairah ra. menyatakan: Rasulullah Saw bersabda:
“ Tidak ada nabi yang menggantikan setelah aku meninggal dunia, namun yang menggantikanku adalah khalifah-khalifah. Maka mereka banyak mempunyai pengikut-pengikut ” (HR. Bukhari Muslim) “.
Jadi fungsi guru adalah sebagai wasilah, sebagai pengganti Nabi, sebab Nabi sudah tidak ada, maka Allah memerintahkan kepada kita supaya bertanya/belajar kepada ahli zikiryaitu orang yang ahli di dalam mengingat Allah yang merupakanulama pewaris dari Nabi. Jadi apabila Allah itu dapat dikenal tanpa melalui wasilah, maka tidakperlu ada guru dan Nabi, sebab fungsi keduanya adalah sebagai wasilah agar manusia dapat mengenal Allah. Karena Allah hanya dapat dikenal dengan menyertakan diri secara langsung kepada orang yang telah serta Allah.
Sampai kapan pun jika mencari tuhan tanpa seorang guru yang hak dan sah maka niscaya tidak akan menemukan apa-apa, karena gurunya adalah syetan. Untuk mengenal dan menjadi dekat dengan Allah, hamba tidak berkemampuan, karena dimensi manusia sebagai hamba sangat terbatas. Karena itu Allah Swt menciptakan makhluk perantara sekaligus pengantar untuk mempermudah berhubungan dengan Allah Swt dan mengenalNya.
Iklan